Search
  • devinovianti

Bagaimana jika Anda tidak menilai buku dari sampulnya?


Hari Minggu yang lalu, saya diberi kesempatan untuk memberikan motivasi kewirausahaan di Bank Nasional Indonesia Hong Kong untuk 500 pekerja migran Indonesia. Pada kesempatan itu, saya bertemu dengan Bapak Syahidul Wildan dari Pati, yang lahir dari ibu yang dulunya bekerja sebagai TKI, lalu pak Wildan sendri menjadi TKI dan sekarang telah menjadi seorang pengusaha ayam di Indonesia yang beromzet 2 Milyard Rupiah per bulannya.

Pak Wildan, belajar konsep bisnis peternakan ayam semasa beliau bekerja disebagai TKI di Arab dan walaupun amat sangat tidak betah bekerja disana, tetapi tetap dipertahankan untuk bekerja selama 1 tahun. Menurut pak Wildan, sebagaian konsep bisnisnya dipelajari sewaktu bekerja sebagai TKI di Korea. Pak Wildan juga mau datang di program yang diberikan BNP2TKI dan mendapatkan pinjaman sebesar 2 Milyard dari BNI.

Pertemuan ini amat berkesan untuk saya, karena saya selalu berpikit bahwa selalu mungkin untuk kita merubah nasib kita sendiri. Hal ini juga mengingatkan saya pada prilaku sebagian masyarakat umum yang memandang rendah pada orang yang melakukan pekerjaan tertentu.

Untuk saya, pertemuan dengan Pak Wildan mengingatkan saya kembali bahwa :

1. Setiap orang mempunyai potensi untuk merubah nasibnya karena nasib dapat dirubah

2. Bahwa selalu ada pelajaran yang bisa dipetik dalam kondisi apapun (kalau kita jeli dan membuka diri untuk belajar).

3. Bahwa dengan mempunyai judgement (kesimpulan negativ) atas sesuatu, ini dapat berpotensi untuk mempengaruhi rezki kita, karena kalau pak Wildan mempunyai judgment terhadap instittusi BNP2TKI atau Bank, atau teman kerja, maka beliau mungkin tidak akan sesukses ini, dan jika Pak Wildan sendiri menganggap pekerjaan TKI dan peternak bukanlah pekerjaan yang bergengsi, maka Pak Wildan mungkin tidak akan mendapatkan pengetahuan yang mendorong Pak WIldan untuk menjadi pengusaha peternak ayam di Indonesia.

4. Bahwa untuk menjadi pengusaha sukses, harus ada keberanian untuk mengambil resiko.

Keempat hal ini juga saya alami sendiri dan saya merasa bersyukur bahwa banyak andil dari orang lain dalam membentuk kehidupan saya sampai pada masa sekarang.

Oleh karena itu, saya ingin mengajak teman-teman semua untuk bereksperiment dan melihat keberkahan apa yang bisa teman-teman dapatkan jika tidak menilai orang dari warna kulit, suku bangsa, pendidikan, agama, pekerjaan, jenis kelamin, dsb.

Salam dari Hong Kong

Devi


32 views