top of page

Apakah Anda mengalami FoMO?

 

Banyak orang yang merasa harus selalu mengikuti trend, tidak nyaman atau gelisah karena tidak dapat membuka sosial media dengan leluasa atupun takut akan kehilangan suatu momen. Jika Anda merasakan hal tersebut mungkin saja Anda sedang mengalami fenomena yang dinamakan dengan FoMO atau Fear of Missing out


Apa itu FoMO ?


Dalam perkembangan klasifikasi gangguan internet timbul suatu gejala baru yang dinamakan FoMO atau Fear of Missing Out. FoMO sendiri dapat dikatan sebagai isu baru dari perilaku dunia cyberpsychology. FoMO dapat diartikan dengan  perasaan cemas dan takut yang timbul di dalam diri seseorang akibat ketinggalan sesuatu yang baru, seperti berita, tren, dan hal lainnya. 


Penelitian menunjukkan bahwa rasa takut ketinggalan bisa disebabkan oleh ketidakbahagiaan dan ketidakpuasan terhadap hidup, dan perasaan ini bisa mendorong kita untuk lebih sering menggunakan media sosial. Masalahnya adalah penggunaan media sosial yang berlebihan dapat membuat kita merasa lebih buruk terhadap diri sendiri dan kehidupan kita, bukan lebih baik.


Apa dampak FoMO jika tidak segera ditangani ?


Menurut VeryWellMind, perasaan FOMO ini bisa terjadi pada semua jenis kelamin dan usia. FOMO yang tidak terkendali dapat menimbulkan efek negatif seperti kelelahan, stres, depresi, bahkan gangguan tidur. Perasaan ini dapat mempengaruhi seseorang menjadi tidak puas terhadap kehidupan dan merasa bahwa apa yang dilakukan atau dimiliki tidak pernah cukup. Selain itu dapat menimbulkan masalah keuangan, seseorang rela mengeluarkan banyak uang agar tetap kekinian dan tidak ketinggalan zaman.


Menurut Cakrawalanews.co, selain menjadi masalah dalam kehidupan pribadi, “Fomo” juga bisa menjadi masalah di tempat kerja. FOMO dapat berdampak pada produktivitas karena:


  • Stress dan Kecemasan: FOMO dapat menimbulkan stres dan kecemasan karena Anda merasa tertekan untuk mengikuti tren terkini dan terlibat dalam semua aktivitas di media sosial, bahkan saat bekerja..

  • Distraksi: Notifikasi yang terus-menerus di media sosial dapat mengganggu perhatian dan konsentrasi karyawan sehingga menyulitkan Anda menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

  • Perbandingan sosial: Melihat kesuksesan dan prestasi orang lain di media sosial dapat membuat Anda merasa iri dan tidak puas dengan pekerjaan Anda, sehingga dapat menurunkan motivasi dan semangat kerja.


Tips yang dapat dilakukan untuk megurangi FoMO 


Terdapat 5 cara bijak yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi perasaan FoMO di tempat kerja, yaitu : 


1. Kenali apa yang sebenarnya Anda rasakan

Tanyakan pada diri Anda apa yang membuat Anda merasa takut ketinggalan. Apakah karena Anda merasa tidak cukup bangga atas diri sendiri, atau Anda merasa tidak punya banyak teman, dsb. 


2. Buatlah Jurnal Pribadi

Menulis jurnal dapat membantu Anda mengalihkan fokus dari keinginan diapresiasi publik ke mengapresiasi diri sendiri terhadap hal-hal yang membuat hidup Anda bahagia. Perubahan ini terkadang dapat membantu Anda keluar dari siklus media sosial dan FOMO.


3. Membatasi penggunaan media sosial dan gadget di tempat kerja

Jadwalkan waktu sosial media sehingga tidak mengganggu peneyelesaian kerja Anda. 


4. Hargai diri Anda

Alih-alih berfokus pada kekurangan Anda, cobalah fokus pada apa yang Anda miliki dan kelebihan Anda. Lakukan kegiatan yang dapat meningkatkan rasa percaya diri Anda sehingga Anda tidak mengukur keberhasilan Anda berdasarkan apa yang ditampilkan orang di sosial media, yang belum tentu tidak menggambarkan hal yang sebenarnya. 


FOMO merupakan masalah nyata yang dapat berdampak negatif terhadap produktivitas  Anda ditempat kerja. Dengan menerapkan tips di atas, Anda dapat meningkatkan fokus Anda sehingga meningkatkan kinerja dan kesuksesan.


Namun, jika FOMO sudah berada pada tingkatan tertentu sehingga manggangu kehidupan Anda baik dari segi sosial, keluarga, bahkan keuangan, maka Anda di rekomendasikan untuk bertemu dengan tenaga profesiaonal dan melakukan sesi konseling atau coaching. 

 

Jika Anda memiliki pertanyaan, silahkan email info@conversations4change.com

 

Daftar Pustaka


Alvina. (2024, April 30). FOMO dan Produktivitas, Musuh Tersembunyi di Tempat Kerja. cakrawalanews.co. Retrieved June 13, 2024, from https://cakrawalanews.co/news/77654/fomo-dan-produktivitas-musuh-tersembunyi-di-tempat-kerja/


Scott, E., PhD. (2024, June 15). How to deal with FOMO in your life. Verywell Mind. Retrieved June 20, 2024, from https://www.verywellmind.com/how-to-cope-with-fomo-4174664 


Kusuma Anggraeni, E. (2021, June 8). Fear of missing out (FOMO), ketakutan kehilangan momen. Kementrian Keuangan Republik Indonesia. Retrieved June 13, 2024, from https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/13931/Fear-Of-Missing-Out-FOMO-Ketakutan-Kehilangan-Momen.html 


Nerissa Arviana, G. (2023, March 6). » Takut ketinggalan zaman? Ini 5 cara mengatasi Fear of Missing out (FOMO). Glints. Retrieved June 13, 2024, from https://glints.com/id/lowongan/cara-mengatasi-fomo/


Shinta, F. (2023, June 26). 5 Cara Bijak Mengatasi Perasaan FOMO di Tempat Kerja. IDN Times. Retrieved June 13, 2024, from https://www.idntimes.com/life/career/alya-fatika/cara-atasi-perasaan-fomo-di-tempat-kerja-c1c2?page=all





7 tampilan0 komentar

Comments


bottom of page