top of page

Membangun Team Yang Innovatif Melalui DISC Test

 

Banyak jenis tes perilaku yang ditawarkan kepada perusahaan,Tes perilaku dapat digunakan untuk mengukur tingkat kematangan, tanggung jawab, proses berfikir, sensitivitas, dsb. Pekerja sehingga dapat ditemukan kesimpulan mengenai kondisi perilaku seseorang sehingga perusahaan dapat memutuskan apakah orang tersebut merupakan orang yang cocok untuk pekerjaan tertentu.  (GIBASA Team, 2009).


Salah satu tes yang cukup populer dan menarik  adalah DISC Test dari Mapstell yang pada saat ini hanya tersedia dalam bahasa Inggris. Test ini mempergunakan map sebagai laporan dan salah satu dari  tool presentasi,  sehingga membuat hasil test dan presentasi lebih menarik dan juga  dapat dipergunakan perusahaan untuk mengadakan team building workshop dan juga DEI Workshop  yang fun bagi karyawan. 


Tes Disc merupakan salah satu tes perilaku yang ditemukan oleh Dr. William Moulton Marston pada tahun 1928 melalui bukunya yang berjudul “The Emotions of Normal People”. Teori marston ini menjelaskan bahwa perilaku dapat dikategorikan menjadi empat tipe utama, sebagai berikut .


1. Perilaku D (Decisive)

Orang dengan tipe perilaku ini cenderung asertif, intens, dan ambisius. Mereka biasanya adalah pekerja yang pragmatis, berorientasi pada hasil, bekerja cepat, dan mampu mengambil keputusan dengan tegas dan objektif. Mereka dengan tipe perilaku ini akan lebih suka untuk memegang kendali atas suatu situasi, daripada harus patuh terhadap aturan orang lain. Mereka adalah sosok yang mandiri dan juga banyak akal.


2. perilaku I (Influence)

Orang dengan tipe perilaku ini cenderung antisia, ceria, dan supel. Mereka biasanya memiliki sikap yang mudah terbuka dan mudah untuk didekati. Mereka akan sangat menikmati kebersamaan dengan orang lain sehingga mereka akan selalu menemukan cara untuk dapat berinteraksi dengan orang lain.


3. perilaku S (Steadiness)

Orang dengan perilaku ini cenderung tenang, sabar, dan penuh hormat ketika sedang berinteraksi dengan orang lain. Mereka akan menunjukan kehati-hatian dengan mendengarkan dengan sabar saat menanggapi kebutuhan dan permintaan orang lain. Dengan penuh hormat mempertimbangkan pikiran dan perasaan orang lain, mereka dapat merespons dengan empati dalam situasi sulit atau penuh tekanan.


4. perilaku C (Conscientious)

Orang dengan tipe perilaku Cenderung sangat analitis, dan tertarik pada proses, struktur, dan aturan. Mereka cenderung memandang kehidupan dengan serius. Lebih menyukai aktivitas sendiri. Mereka juga menjaga privasi dan lebih terlibat dalam pemikirannya yang dalam dan mandiri dibandingkan dengan rangsangan eksternal.


Dalam dunia kerja, tes ini amat membantu dalam mengetahui kekuatan dan kelemahan karwayan, sehingga Anda tahu pekerjaan apa yang cocok bagi karwayan Anda dan bagaimana Anda dapat membantu karyawan Anda sehingga dia dapat bekerja secara optimum.


Contohnya, orang yang memiliki tingkat prillaku Influence yang tinggi adalah orang -orang yang mempunyai daya imaginatif yang kuat dan juga seorang networker.  Orang tersebut mempunyai “bird eye view” dan juga merupakan visionaries karena dapat melihat jauh kedepan. Tetapi seseorang yang mempunyai tingkat perilaku Ïnfluential”yang tinggi, bukanlah merupakan seseorang yang details oriented.. Sebaliknya Conscientious adalah orang-orang yang detail oriented dan lebih senang berada di zona aman. Memasangkan seseorang yang mempunyai tingkat prinalu  Conscientious yang moderat dengan high Influential akan menciptakan hasil yang luar biasa karena dua perilaku ini melengkapi satu sama lain. Tetapi tanpa pengertian bahawa mereka mempunyai tingkat prilaku yang berbeda, akan menimbulkan rasa frustasi karena satu pihak akan mengquestion sudut pandang pihak yang lain. Oleh karena itu penting tes perilaku DISC ini ditemani dengan team workshop DISC agar semua anggota tim mempunyai kesadaran akan perilaku masing-masing. 


Melakukan test prilau DISC di tempat kerja yang ditemani dengan team workshop, amat sangat membantu sebuah team, karena : 


  • Dengan adanya kesadaran akan perilaku masing-masing, maka anggota team dapat memodifikasi cara komunikasi mereka, sehingga mudah diterima oleh anggota team lainnya

  • Mengurangi konflik 

  • Membantu membangun tim yang lebih kuat.

  • Setiap karyawan dapat menentukan area perkembangan pribadi

  • Untuk melatih manajemen cara untuk melibatkan, memotivasi, dan mengembangkan staf mereka dengan efisien.

 

Jika Anda tertarik untuk mengetahui tentang DISC Map lebih lanjut, silahkan hubungi info@conversations4change.com

 

Rujukan


Christy, S. (2018). DiSC Assessment Impact on Communication and Understanding of Self and Team.


Free disc personality test / disc assessment. (n.d.). Retrieved from https://www.crystalknows.com/disc-personality-test


Nurochim, A. D., Wardani, A. A., & Putri, A. R. (2022). PEMBENTUKAN DAN PERKEMBANGAN ALAT TES DISC: SEBUAH LITERATURE REVIEW. Flourishing Journal, 2(1), 59-63.


Oktriwina, A. S. (2024). Mengenal disc personality Test Dan Tipe-Tipe Kepribadiannya. Retrieved from https://glints.com/id/lowongan/disc-test-adalah/


Psikologi Bagi Bangsa (GIBASA) Team. (2009). Soal - Soal yang Sering Muncul dalam Tes Penerimaan Pegawai. Jakarta: Visimedia


What is the disc assessment? (n.d.). Retrieved from https://www.discprofile.com/what-is-disc








13 tampilan0 komentar

Comments


bottom of page